Happy Ramadhan 1430H

Selamat menunaikan ibadah di Bulan Ramadhan Mulia 1430 Hijriah ini.. Semoga Allah memberikan kekuatan dan kemudahan kepada kita semua untuk dapat mengisi Bulan Ramadhan ini dengan kebaikan, serta keampunan atas dosa dan kesalahan. Agar matching: kebaikan bertambah, keburukan/kesalahan dikurangi oleh Allah swt..

Ramadhan selalu dinanti, karena janji pasti akan pahala kebaikan berlipat, dan selaksa ampunan. Berjuta insentif Allah curahkan di Bulan Ramadhan ini, insentif yang sebenernya selalu berlaku di setiap Ramadhan di sepanjang usia bumi. Maka, sudah sepatutnya setiap muslim bersyukur dan berterima kasih atas insentif yang maha besar ini. Rasa syukur yang menjadikan seorang muslim berbahagia karena Bulan Insentif itu, kini telah tiba. Mari bersama-sama berupaya sekuat tenaga untukmengumpulkan sebanyak-banyak insentif dari Allah swt, insentif yang kadar besarnya hanya Allah saja yang tahu, yang pasti kita hanya harus berniat ikhlas dan beriktiar atau beramal dengan amal yang terbaik semampu kita. Sungguh besar insentif tersedia, dan sungguh telah dimudahkan pula cara dan perangkatnya, tinggal kita lah yang memilih untuk mengambil insentif ala kadarnya ataukah kita akan bersungguh hati mengejar dan mengumpulkannya.. sungguh, insentif besar itu ada di setiap niat dan amal kita..

Untuk itu, kami sekeluarga mohon maaf yang setulus-tulusnya kepada semua insan dan seluruh alam atas kesalahan dan khilaf yang telah kami lakukan, jujur saja, terkadang kami melakukannya dengan penuh kesengajaan dan dendam, disamping dominasi kebodohan yang membuat kami lalai atas hak-hak sesama makhluk yang tak tertunaikan sebagaimana mestinya. Mohon maafkan kami, agar jalan kami menuju kebaikan, keampunan dan kemanfaatan menjadi lebih mudah dan indah. Agar kiranya Allah swt, memberikan kemudahan kepada kami dalam berbenah, dikarenakan kemaafan insan dan makhluk semua.. amiin dan terima kasih..

Yaa Allah, ampuni kami atas segala kelalaian dan kesia-siaan yang telah kami lakukan. Kabarkan permintaan maaf tulus kami ini, kepada siapa saja insan dan makhluk yang telah kami dholimi agar sudi memaafkan kami.. Yaa Allah, berikan kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan kebaikan kepada mereka semuanya.. amiin..

Mutasi Pegawai

Mutasi pegawai atau karyawan, selalu menjadi topik yang menarik bagi saya, dan mungkin juga bagi sebagian blogger karyawan tentunya. Pengertian karyawan disini mencakup karyawan swasta dan juga karyawan negeri (alias pegawai negeri). Baik karyawan atau pegawai swasta maupun negeri, ketika di-mutasikan (being transferred) pasti akan dag dig dug juga, sama saja tidak ada bedanya. Tidak peduli apakah ditransfer ke tempat atau seksi atau bidang lain namun tetap di atap kantor yang sama; ataupun ditransfer ke atap kantor yang berbeda (baik di bidang / seksi yang sama dengan sebelumnya atau ke bidang yang juga berbeda).

Seperti diketahui, tentu saja ada banyak faktor / pertimbangan yang bisa menyebabkan seseorang karyawan / pegawai dipindahkan dari posisinya yang sekarang. Teramat banyak faktor, baik internal organisasi maupun eksternal organisasi. Faktor2 itu pun juga dapat dipengaruhi atau dipicu oleh faktor pegawai itu sendiri. Perlu diperhatikan juga faktor-faktor yang diluar kendali manusia yang dapat mempengaruhi kepindahan seorang karyawan dari tempatnya semula, semisal cuaca, kondisi alam, bencana, dsb.

Tetapi bukan faktor-faktor ‘penyebab’ itu yang ingin saya tulis saat ini (may be next time, insya Allah), karena disamping faktor ‘penyebab / pendorong’ kepindahan seorang pegawai, ada pula dampak yang ditimbulkannya. Bahkan mungkin yang lebih dikuatirkan oleh setiap pegawai yang berpeluang untuk dimutasikan adalah ‘dampaknya’ dan bukanlah ‘penyebabnya’.

Tetapi, kira-kira apa sih dampak dari kepindahan / di-mutasikannya seorang karyawan / pegawai..? Well, menurut my personal thought and personal touch, dampak kepindahan seorang pegawai dapat dibedakan berupa dampak yang baik ataupun dampak yang buruk. Terkadang menilai baik buruknya dampak ini, juga tidak bisa serta merta dilakukan, tetapi terkadang baru disadari setelah ’sekian lama’.

Dampak baik, apabila:

1. Kepindahan atau mutasi itu dapat menaikkan moral pegawai itu sendiri serta lingkungan di sekitarnya, baik lingkungan yang ditinggalkan ataupun lingkungan tempat pendaratannya yang baru. Saya kira ini adalah prasyarat mutlak keberhasilan mutasi pegawai.

2. Intinya sebenarnya cuman nomor satu itu, karna apapun deret panjang dampak baik yang dituliskan setelah itu, muaranya tetaplah ‘untuk menaikkan moral pegawai dan lingkungan sekitarnya, tentu saja termasuk anggota keluarganya’.

Dampak buruk mutasi diperoleh, manakala mutasi pegawai tidak mampu atau gagal meningkatkan moral pegawai dan lingkungan di sekitarnya. Itu saja intinya. Posisi yang baru bisa jadi memberikan penghasilan yang lebih besar, fasilitas yang lebih memadai, namun itu tetap tidak menjamin bahwa seorang pegawai tidak akan mengalami degradasi moral, baik moral dalam bekerja, moral terhadap sesama, dan sebagainya.

Terkadang memang susah untuk melihat dampak dari suatu mutasi pegawai, apakah dampak itu baik atau buruk, dikarenakan sesuatu yang tampaknya indah ternyata bisa menjadi begitu menyakitkan; begitu pula sebaliknya, sesuatu yang tampaknya menyusahkan, justru dapat berarti yang sebaliknya. Untuk itulah Para Pengambil Keputusan wajib memperhatikan dan memperhitungkan dampak-dampak ini. Mengingat satu keputusan kecil oleh Pimpinan (Pengambil Keputusan) dapat berarti perubahan yang siknifikan dalam hidup pegawai dan orang-orang di sekitarnya. Memang sih, ada tipe pegawai yang mampu ber-positive thinking atas mutasi yang diterimanya, tetapi tidak semua pegawai memiliki positive thinking ini secara permanen. Maksudnya, setiap pegawai pasti punya sekian persen optimisme dan positive thinking dalam hidupnya, itu pasti, tapi terhadap mutasi yang mengubah sama sekali gaya hidupnya, tidak semua pegawai dapat mempertahankan positive thinkingnya tersebut terus menerus. Pegawai dengan rasa positive thinking inilah yang mampu membuat perbedaan-perbedaan dan mampu membalikkan keadaan. Namun sayangnya, sekali lagi, tidak semua pegawai memilikinya.

Lalu, apa sebenarnya yang menyebabkan atau mendorong suatu mutasi pegawai dianggap berhasil, yakni mampu menghasilkan dampak yang positif? Well, perlu penelitian khusus untuk mengetahuinya. Tetapi secara kasat mata, saya akan berpendapat (menebak) bahwa salah satu faktor terpenting yang dapat mendorong timbulnya dampak positif dalam suatu keputusan mutasi pegawai adalah: menempatkan pegawai tersebut di kota asal (kelahiran) dekat dengan keluarga yang dicintainya. Kemudian mungkin, fasilitas yang memadai seperti kendaraan yang bagus (layak) dan tempat tinggal yang lapang. Adapun masalah gaji atau penghasilan yang lebih besar, sepertinya kurang begitu berpengaruh, walaupun asumsi yang mendasari tulisan ini adalah seorang pegawai dimutasikan pada posisi atau job description yang setara atau lebih baik daripada posisinya yang sekarang, yang berarti dengan penghasilan yang sama atau bahkan mungkin lebih besar. Tentu saja, ini hanyalah pendapat pribadi dengan sentuhan personal, yang mencoba menerka dan meraba hal penting tentang mutasi pegawai. Intinya adalah bahwa pertimbangan yang masak dan komprehensif sangat diperlukan dalam pengambilan keputusan mutasi pegawai –baik negeri maupun swasta.

Sebagai penutup, mungkin ada baiknya bila disampaikan disini suatu hadits dari Nabi Mulia yang -secara garis besarnya- menyatakan bahwa: kebahagian manusia itu ada pada 4 hal: (1) istri yang shalihat, (2) pekerjaan di negeri sendiri, (3) rumah yang lapang, dan (4) kendaraan yang bagus. Mudah-mudahan setiap mutasi pegawai dapat selalu memperhatikan keempat hal ini. Amiin.

Film About Pajak

Barusan liat film 7 Pounds yang diawalnya ada orang marah2.. yang berteriak-teriak marah kepada seseorang customer service yang buta.. tapi kemudian muncul gambar kantor / gedung bertuliskan IRS Departement of Treasure.. serta pemandangan di dalamnya, walau cuma sekilas.

Sekedar mengingatkan, IRS adalah singkatan dari Internal Revenue Service, yakni Direktorat Jendral Pajaknya orang Amerika, sedangkan Department of Treasure adalah Departemen Keuangannya Amerika pula. Maklum, memang ini filmnya orang Amerika..

Jadi pingin tahu aja alias wondering, kenapa ya film-film indonesia tidak pernah menampilkan pemandangan kantor pajak di Indonesia ya..?! atau mungkin sayanya aja yang nggak tahu ya..? Please donk kasih infonya kalau memang sepanjang pengetahuan blogger ada film yang menyinggung tentang perpajakannya orang Indonesia, anything.. tidak harus tentang sistemnya atau kondisi orang2nya.. menampilkan gambar gedung atau bangunan kantornya aja sudah dianggap sebagai terhitung (it’s counted !).

Lalu memangnya, apa hebatnya sih dengan orang pajak atau anything about kantor pajak Indonesia..? Saya tidak (belum) tahu. Cuman kelihatannya keren aja kalau film-film Indonesia mulai menampilkan scene yang berkaitan dengan pajak atau perpajakan. Keren karena dengan menampilkan / menyinggung tentang perpajakan itu, menjadikan perfilman Indonesia lebih naik lagi ke derajat yang lebih tinggi, karena mulai berani menyinggung tentang sistem pemerintahan yang sama sekali memang jarang (atau bahkan tidak ada) di negeri Ini.

Lalu.. mengapa film seperti itu akan laku dan banyak ditonton masyarakat Indonesia…? Well, once again, I just don’t know.. tapi mari bertanya mengapa orang Indonesia mau menonton film-film amerika yang juga ada unsur (sistem) pemerintahannya atau perpajakannya..? Karena it’s kinda cool, man! Can you imagine..!!

Sure, you would understand and could imagine about it very well. There’s a lot of interesting things to say about taxation and its everything..! Kalau gak percaya, mulai saja tanyakan kepada diri kita : mengapa sih pajak itu penting..? Mengapa para pembalak atau penggelap pajak sangat tidak diharapkan..? Bahkan mungkin mulai bertanya and try to figure out how they do that..? Namun, please don’t go beyond of that.

Dan ternyata.. dalam film 7 Pounds itu, lakon utamanya (Will Smith) berperan sebagai orang pajak..  Wah kayaknya bener-bener asyik tuh kalau ada film Indonesia yang menyinggung-nyinggung tentang pajak seperti itu. Memang sih sudah ada beberapa film yang menyangkut tentang pajak di Indonesia, mulai dari gambar gedung kantornya, orang-orangnya, sampai tentang macam-macam pajaknya, bahkan di Youtube sudah ada beberapa yang bisa didownload.. tapi bukan film seperti ini yang saya maksudkan disini, bukan film-film about sosialisasi, penyuluhan, apalagi film-film yang isinya cuman promosi / iklan perpajakan. Walaupun, anyway, it’s really a good start !!

Ngeblog Lagi, Hosting Lagi

Lagi..? Ya, lagi.. nothing’s wrong with the tittle.

Selamat datang dan terima kasih atas kunjungan rekan blogger semua di blog baru ini. Blog ini muncul, sebenernya berawal dari salah satu komen di blog saya sebelumnya, yang mengkritisi antara relevansi judul blog dan isinya. Suatu kritik yang sangat baik dan membangun.

Tadinya -pada blog yang lama tsb- memang saya berniat membuat blog yang sesuai dengan mata kuliah atau bidang yang saya pelajari di bangku kuliahan, itung-itung buat sharing dan mengikat makna dengan menuliskannya. Namun ternyata, dalam perjalanannya, saya merasa kurang begitu bebas dalam menarikan jari di atas tombol keyboard. Merasa terkungkung dan kurang begitu enjoy, sehingga kebanyakan postingannya akhirnya melenceng dari niat awalnya. Alias, banyak posting yang sama sekali tidak menyinggung tentang hal-hal yang saya pelajari selama perkuliahan.

Nah, berhubung waktu terus bergulir, dimana internet menjadi semakin mudah, sewa hosting juga semakin murah, akhirnya saya memutuskan untuk membuat satu blog lagi. Kali ini idenya sederhana saja, yaitu: bebas ! Bebas dalam arti tidak terikat pada satu topik tertentu. Bahkan ‘bebas’ juga dari server hosting yang lama. Sekalian membuat domain nama blog baru, sekaligus mencicipi jasa layanan space / server yang lain lagi.

Kebebasan itulah yang menjadi dasar pemilihan nama blog ‘mesemt.com’ dan jargon / tag blog ini, sebagai ‘personal touch’. Kata ‘MESEMT’, adalah singkatan dari Mohamad Ervandi, SE., MT. Bukan sok narsis, cuman ingin menghargai dan sebagai bukti cinta kepada orang tua saya, serta guna menghormati instansi yang telah memberi kesempatan kuliah untuk saya.

Kata ‘Mesemt’ ini mirip dengan satu kata dalam bahasa jawa ‘Mesem’ (tanpa t) yang berarti senyum atau tersenyum. Jadi harapan saya, kapanpun anda tersenyum, anda akan teringat dengan MESEMT.com.

Tetap mesem(t) selalu. Thanks and enjoy the personal touch.



WordPress Loves AJAX